Wednesday, August 29, 2007

Diam itu Emas, tapi.....

Banyak orang bilang "Silence is Golden" atau bahasa Indonesia-nya adalah Diam adalah Emas, karena kebanyakan omong menandakan kualitas otak kita yang banyak kosong-nya daripada isinya.Ada juga peribahasa "tong kosong nyaring bunyinya, air beriak tanda tak dalam" dan lain-lainnya.Bahkan, Rasulullah juga berpesan bahwa kebanyakan dosa manusia itu berasal dari lidah.Beliau juga berpesan, jika kita nggak bisa ngomong sesuatu yang baik, hendaknya kita diam.
Tetapi, apakah diam selamanya baik dan benar? hohoho, tunggu dulu.Berikut ini penulis menyajikan fakta bahwa diam nggak selamanya baik dan benar.

1.Jika anda diajak kenalan atau diajak ngomong tetapi anda lebih banyak diam, (sebagian besar) orang yang ngajak omong anda akan menganggap anda sombong, atau anda adalah seorang pemalu atau mungkin kurang percaya diri.Yang mengajak omong anda mungkin juga akan bosan karena dia terus yang bicara dan anda lebih banyak diam.Pasti dia berpikir, orang ini gagu atau bisu yah? atau mungkin dia bingung kebanyakan nglamun jorok? hehehe.
2.Jika ada kejahatan dan anda melihatnya terus anda mempunyai kemampuan untuk menghentikannya, tetapi anda diam, anda bisa dikatakan berdosa dan mempunyai andil dalam kejahatan tersebut.Anda bisa saja terjerat pasal KUHP.
3.Pekerjaan yang membutuhkan banyak omong daripada kerja seperti komentator, penyiar radio, MC, tukang obat, salesman dan lainnya, bukanlah pekerjaan yang cocok bagi anda.Lebih baek anda menyingkir jauh-jauh dari lapangan pekerjaan ini.
4.Diam juga bisa dikatakan sifat nrimo atau pasrah.Jika anda mempunyai pacar atau pasangan hidup yang mempunyai sifat kasar dan suka menjadikan anda sansak hidup, tetapi anda memilih diam saja dan pasrah, maka siap-siaplah anda menerima makian, hinaan dan mungkin pukulan yang bakal mendarat mulus di tubuh anda.
5.Gak selamanya banyak omong menandakan si "cerewet" adalah bodoh.Bisa jadi kebanyakan diam juga bodoh.Kalo ditanyain, lebih banyak diam dan lamaaa njawabnya berarti dia lagi "loading" alias lemot

Nah, diam gak selamanya baik kan? makanya kita harus menggunakan karunia lidah ini sebaik dan setepat mungkin.Seperti lagu dangdut "Yang Sedang-Sedang Saja" (nyambung gak?)

2 comments:

Agam said...

untuk point yang kelima, gimana kalo orangnya merendah. Kan banyak yang gitu. Dia diem, pura2 gak tau. Pura2 bego. Padahal pinter banget. :)
So, emang segala sesuatu itu gak mutlak.

Toim The Shinigami said...

Bisa aja seh seperti kata kamu, segala sesuatu emang gak ada pastinya.
Namanya juga analisa, bisa tepat bs nggak...