Friday, July 6, 2007

Empat Mata

"Kembali ke Laptop", begitulah ungkapan kata-kata yang sedang populer saat ini.Kata inilah yang melambungkan acara Empat Mata beserta host-nya yang culun, Tukul Arwana.Betapa tidak? acara Empat Mata saking ngetop-nya ampe-ampe ditayangkan nyaris tiap hari atau tepatnya hari Senin ampe Jum'at di Trans 7, hanya untuk menyaksikan ulah lucu dan guyonan-guyonan khas Tukul.Bahkan, acara ini juga menumbuhkan tema-tema talkshow serupa, tetapi belum ada yang mampu menggoyang bahkan menumbangkan juara bertahan acara katrok ini.
Emang, acara ini setting-nya biasa banget, bahkan terkadang temanya dipaksakan dan nggak penting untuk dibahas, tetapi karena kemasannya super beda dan agak-agak "aneh", beserta host-nya yang "ajaib dan langka", maka jadilah acara ini top banget dan dinanti jutaan "Tukulers dan Tukulista".
Kelebihan acara ini terletak pada kelucuan, kenakalan dan ke-ndeso-an host-nya.Mimik muka yang lucu om Tukul, bahasa Inggris yang asli kacau balau, serta bintang tamu yang seneng banget nyela sang host, hingga kelucuan para pendukung acara ini seperti si Peppy dan Vega yang tak henti-hentinya nimbrung untuk "memuji" sang decision maker.Tukul juga pintar membuat kata-kata baru yang menjadi trendsetter seperti "katrok", "culun", "ndeso" hingga anderistimit (opo iki artine).
Tetapi, dibalik kelebihannya, acara ini juga mempunyai weak point (ceile, inggris nih) yaitu seringnya Tukul menghina nama-nama bintang tamu yang diundang seperti contohnya Ferry Maryadi, juga Ferry Salim yang dihina nama terakhirnya yang terkesan ndeso.Bukannya apa-apa, terkadang nama tersebut adalah nama ortu si artis.Terang aja, siapa yang nggak keki.Mungkin, ini pembalasan dendam terselubung Tukul karena seringnya dia dihina oleh si bintang tamu.Juga, dulunya seringnya Tukul melakukan cipika-cipiki (cium pipi kanan kiri) yang terkesan maksa hingga akhirnya KPI pun menegurnya.Penulis juga memperhatikan, guyonan-guyonan Tukul juga kurang di-update, karena guyonan-guyonan yang dipake itu lagi-itu lagi.Mungkin, karena acara ini ngetop, lalu terkena efek komersialisasi sehinga ditayangkan seminggu 5 kali, menyebabkan Tukul tak mampu mencari guyonan-guyonan segar lainnya.Penulis masih ingat, ketika Empat Mata masih ditayangkan seminggu 2 kali, guyonan yang dilontarkan Tukul begitu "kena" sehingga lucunya membuat sakit perut hingga sakit rahang gigi (karena kebanyakan ketawa).
Setelah kita mbahas kelebihan dan kekurangan acara Empat Mata, ada satu hal yang disukai oleh penulis tentang om Rey..Rey..Reynaldi ini, yaitu ternyata Tukul juga ternyata adalah motivator handal.Nasihatnya ternyata bagus untuk memotivasi hidup seperti seringnya untuk menyenangkan orang, dan selalu optimis di setiap saat.
Akhir kata, semoga acara Empat Mata selalu digemari masyarakat Indonesia, dan kalo bisa nyaingin acara talk show-nya Oprah Winfrey.
"Mbalik maning nang...Laptop"!




2 comments:

Agam said...

Wah basbang nih :p
hehehe..

tapi walaupun orang2 pada suka ama 4 mata, aku males liatnya. Perasaan koq gak lucu2 banget. masih lucuan extravagansa.

Toim The Shinigami said...

aq jg sebenernya agak2 bosen ama 4 mata, terkadang liat bintang tamunya dulu, klo kira2 lucu ya nonton ampe abis, klo gak yaaa tak tinggal, beres kan?