Saturday, September 8, 2007

Pak Waras yang Jujur

Di balik banyak ketidak jujuran dan ke-semrawutan dalam kasus Lapindo, ternyata ada sebuah cerita menarik dari sini.Seorang bapak tua yang bernama pak Waras ternyata mengajari kita bagaimana menjadikan kejujuran sebagai sikap yang patut ditiru siapa saja dalam menjalani kehidupan di dunia ini.
Kejujuran Pak Waras bermula dari pembayaran awal ganti rugi dari PT Lapindo sebesar 20% kepada korban lumpur di Sidoarjo.Ganti rugi untuk keluarga pak Waras seharusnya yang telah ditetapkan PT Lapindo hanya sekitar 285 juta.Berarti untuk 20% pertamanya, pak Waras hanya menerima sekitar Rp 56 Juta.Namun, karena ada kesalahan verifikasi dan checking, pak Waras ternyata menerima jumlah yang luar biasa besar, yaitu sekitar Rp 485 juta (kelebihan Rp 429 Juta).
Nah, banyak orang (mungkin) akan bersikap diam saja, cuek atau mungkin merasa bersyukur telah menerima uang pembayaran sebanyak itu.Tetapi, pak Waras lebih memilih mengembalikan kelebihan uang itu kepada PT Lapindo.Ketika ditanya, kenapa pak Waras mengambalikan uang pembayaran ganti rugi sebanyak itu (padahal kalo di itung-itung pak Waras bisa saja kaya mendadak atau membeli rumah pengganti sebagai ganti rumahnya yang kelelep oleh lumpur Lapindo) pak Waras menjawab dengan lugu "Kulo wedhi duso, pak! Niku sanes hak kulo" (saya takut dosa, pak, itu bukan hak saya).Bahkan, pak Waras dibuat pusing dan tidak bisa tidur karena menerima uang sebanyak itu.
Karena PT Lapindo terkesan dengan kejujuran dan ketulusan yang luar biasa dari pak Waras, PT Lapindo menghadiahi pak Waras dengan rumah type 40/90 di perumahan Griya Wisata, Sidoarjo dengan tambahan bonus-bonus lainnya.Bahkan, pada hari Rabu (5 September 2007) diadakan syukuran penyerahan kunci rumah baru untuk pak Waras, yang dihadiri juga oleh Bupati Sidoarjo, Win Hendrarso beserta wakilnya, Saiful Ilah beserta pejabat PT Lapindo.
Selamat menempati rumah baru ya, pak.Kejujuran bapak menjadi contoh teladan bagi kita semua.

Note: Ternyata kepintaran, banyaknya titel seseorang, melimpahnya harta juga cantiknya rupa tidak menjamin seseorang tersebut akan mulia jika tidak dibarengi ke-ikhlasan dan kejujuran dalam hatinya.

1 comment:

Agam said...

Moga2 makin banyak orang jujur seperti pak waras. Udah sulit dicari sekarang figur semacam beliau.