Sunday, February 17, 2008

Mengakui Superioritas Orang Lain

Ternyata emang susah untuk mengakui kelebihan seseorang, apalagi bila seseorang tersebut adalah rival berat kita.Hal itu pula yang terjadi kepada Inter Milan, pemimpin klasemen Serie A saat ini.Kemenangan demi kemenangan Inter dicurigai karena dibantu oleh Arbitri (Wasit).Kecurigaan itu disampaikan oleh klub-klub Italia lain dan juga oleh Kapten AS Roma, Francesco Totti.Bahkan, ada yang menyebut bahwa Inter adalah Il Nuovo Juve (Juve Baru).
Kalo menurutku, skuad Inter saat ini emang komplet banget.Dari lini belakang, tengah hingga depan semua didukung oleh pemain-pemain berkualitas.Bila pemain bintangnya cedera, sudah ada pelapisnya yang kualitasnya hampir sepadan.Jadi, keseimbangan tim Inter tetap terjaga.Belum lagi faktor pelatih sekelas Roberto Mancini yang sudah terbukti telah mempersembahkan 2 Scudetti kepada Inter.Jadi tidaklah heran bila Inter melaju kencang hingga sampai ke pemuncak klasemen dan tak terkalahkan sampai saat ini.Permainan Inter pun sangat rancak dan ofensif.Bila pemain depan mereka buntu dalam mencetak gol, maka sudah ada pemain tengah yang dapat mencetak gol dari lini kedua melalui tendangan-tendangan keras mereka.Pertahanan mereka pun teramat solid untuk ditembus pemain-pemain depan lawan dan itu juga didukung oleh kiper yang berkualitas.
Jadi menurutku, bila Inter dibantu oleh wasit, itu pun mungkin ada benarnya.Tapi, setelah melihat faktor di atas dan sudah kita ketahui bersama, bahwa wasit seberapa banyak pun pengalamannya dan juga lama jam terbang-nya, ia adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan dosa.Mungkin juga pandangan-nya terhalang sehingga menciptakan keputusan yang menguntungkan salah satu pihak dan merugikan tim lain.Wasit pun juga harus cepat dalam mengambil keputusan dan bersikap tegas di setiap tekanan yang dialaminya.Mereka pun sudah berusaha keras agar menciptakan pertandingan yang berkualitas dan atraktif dalam setiap pertandingan yang dipimpin-nya.
Aq memang bukan penggemar Inter.Bahkan, kalo boleh jujur, aq sedikit sirik atas prestasi mereka melebihi klub favoritku, AC Milan.Tetapi, aq juga harus sportif dalam mengakui kehebatan lawan dan nggak perlu mencari-cari kesalahan apalagi kambing hitam.Kalo Inter hebat, ya emang hebat, titik! Dan lagi, bila Inter menjadi scudetto tahun ini, itu adalah mutlak kerja keras mereka dan dibantu oleh sedikit keberuntungan.Tidak mungkin kan kita menjadi juara murni tanpa faktor X? tetapi aq yakin, suatu saat nanti AC Milan akan menghajar dan mengalahkan Inter untuk mencegah Inter merebut banyak gelar tahun ini sekaligus mencoreng noda rekor tak terkalahkan mereka musim ini.

4 comments:

mbahsangkil said...

alo cucu... rumah mbah skrg sudah mbah cat, lebih berwarna hehehehe

ToimToim said...

ealaa, mbah-mbah.Mau pamer tho jawane? :D

Rosyidi said...

No komen deh soal bola. Aku gak ngikutin perkembangannya.

ToimToim said...

yo wis lah, gam.Yang penting kmu ngerti filosofi & pesan yg tak sampein di postingane ;)