Friday, January 18, 2008

Mendadak (Kangen) Dangdut

Dulu, sewaktu stasiun TV blon sebanyak sekarang, suka nggak suka en mau nggak mau, kita dipaksa untuk memelototi TVRI aja yang isinya membosankan, sampe sekarang (maap yah Te-Pe Er-I) :P .Andalan TVRI pada waktu itu adalah musik dan musik dangdud salah satunya.Dangdut merupakan suatu genre musik yang digemari dan merupakan musik yang happening banget pada zaman itu.Blon ada tuh band-band terkenal kayak Andra & The Backbone, Nidji, Peterpan, Slank ama Dewa (dah ada, tapi blon ngetop banged), apalagi Kangen Band.
Pada masa itu, penyanyi dangdut solo yang terkenal adalah Meggy Z, Mansyur S, Onna Sutra, dan lain-lain banyak wira-wiri di stasiun TVRI pada masa itu.Hits-hits dangdut pun banyak berseliweran (kertas kali...).Vokal-vokal ndangdut asyik yang dikenal cengkok pun mendayu-dayu membuat pinggul ini ingin bergoyang mengikuti suara irama kendang (Halah!).Siapa sih yang gak kenal hits-his dangdut Benang Biru dan Anggur Merah ala Meggy Z, Bola-nya Onna Sutra atawa Pagar Makan Tanaman-nya Mansyur S? Dangdut is music of our country at that time!!
Tapi kini? dangdut lamat-lamat tenggelam dan telah diracuni oleh virus-virus perusak yang membuat dangdut tak lagi sedap dipandang mata.Dangdut sekarang mayoritas hanya mengandalkan kualitas goyangan tanpa dimbangi kualitas vokal dan cengkok dangdut yang prima.Kondisi itu diperparah oleh kostum-kostum dangdut yang norak bin mencolok yang menyakitkan mata serta vulgar yang hanya memamerkan lekuk-lekuk tubuh terutama di bagian bokong, dada dan pinggul.Pokoke, zaman sekarang, kualitas suara mah urusan belakangan yang penting bisa nggoyang, entah itu goyang patah-patah, goyang gergaji, goyang ngebor, ngecor, ngepret, mencred, Whatever!!
Lirik-lirik dangdut juga banyak bergeser, dari yang mayoritas berbicara tentang cinta beralih ke lirik-lirik yang vulgar dan nggak enak didengar.Jadi, tak heran bila dangdut yang sudah terangkat derajatnya oleh Master of Dangduters zaman dulu, kembali terjerembab oleh oknum-oknum yang ngaku-ngaku "mencintai" dangdut tapi gaya ndangdut-nya nggak bertanggung jawab.
Aq jadi kangen ama suara-nya Meggy Z, Mansyur S, A Rafiq, dan penyanyi-penyanyi dangdut lainnya.Moga-moga ada pihak stasiun TV ato promotor musik yang ndengerin saranku ini dan mengumpulkan maestro-maestro dangdut lawas untuk melakukan konser bersama atawa konser akbar semacam Dangdut-Palooza atau Dood-Stock, Jak-Dut (plesetannya Jak-Jazz :D ) Sound-Dut-Renaline ato apalah.Bisa juga ngadain musik dangdut by request seperti yang dilakukan oleh sebuah stasiun tv swasta untuk ngobatin rasa kangen ini terhadap musik dangdut zaman baheula.Jangan ada pagelaran musik dangdut kalo pemilu doang :(
Go Dangdut!!!

7 comments:

titiw said...

"Darah muda.. darahnya para remaja" *gak mau komen, pengen nyanyi ajah*

ToimToim said...

wehehehe, boleh koq, non.tp awas pitch control-nya kurang :P

Rosyidi said...

Yang aneh, VCD nyanyian dangdut kampung yg kualitasnya jelek banget laku dijual di Malaysia. Aneh ya..

nisa said...

@rosyidi: waks! mas?!

ToimToim said...

@Agam
Yah bgitulah M'sia, krn musiknya mereka gak brp bgs, mangkanya mereka ngimpor dr ina

@Nisa
Kaget ya, Nis? :D

kangmasjuqi said...

boleh juga tuh kalo ada Dangdut by Request... hwehe..

gw stuju banget ama opini yg ditulis bang Toim di artikel ini..
Salam kenal bung..

Cayo dangdut..!!

Dadang said...

Halo Bang Toim,
Saya salah seorang tim zona 80 Metro TV. Kita lagi coba angkat dangdut th 80-an untuk tayangan 25 januari'09.
Meskipun cuma satu episode, lumayanlah untuk sedikit kemabali ke jaman kejayaan dangdut kita.