Sunday, January 13, 2008

Demokrasi oh Demo-Crazy...

Telah banyak kita dengar istilah demokrasi dimana-mana, bahkan banyak juga yang mempercayai dengan melakukan demokrasi, negara kita akan menuju negara yang adil, makmur dan sejahtera.Demokrasi juga banyak di gadang-gadang dapat menyatukan masyarakat kita yang terdiri dari berbagai suku, adat dan agama.
Kalo aq menilai, demokrasi adalah sebuah teori kuno nan usang dan melakukannya hanya akan banyak memboroskan biaya dan melelahkan.Karena, setelah kita menuju era demokrasi dan reformasi yang kita jalani selama (kurang lebih) 9 tahun belakangan, negara Indonesia malah kebingungan dan tak tentu arah.Demokrasi yang menjanjikan kebebasan dan kemerdekaan ternyata hanya membikin negara ini malah semrawut dan tak beraturan.
Dari segi media, kebebasan pers yang kebablasan mengakibatkan maraknya tayangan-tayangan yang kurang bermutu bahkan terkesan murahan demi mengejar rating yang tinggi dan kemauan pemasang iklan.Apalagi dengan banyaknya tayangan infotainment yang jelas-jelas melanggar privasi manusia yang seharusnya dilindungi undang-undang.Infotainment yang banyak porsinya di stasiun TV berlomba-lomba menyajikan fakta-fakta yang nggak penting sama sekali dan malah nambah-nambahin memori sampah di otak! Tayangan-tayangan kekerasan dan vulgar bahkan juga disajikan secara terang-terangan.Media cetak pun idem ditto! Mereka berlomba-lomba menyajikan info-info yang banyak nyampah-nya serta banyak menyajikan foto dan gambar-gambar yang kurang senonoh daripada menyampaikan pengetahuan ataupun edukasi yang berguna
Demokrasi dan kebebasan juga bertanggung jawab atas banyaknya aliran-aliran sesat yang mengatas namakan agama Islam.Islam sebagai agama yang suci dan mayoritas di negeri ini banyak dikotori oleh pendapat-pendapat liberal dan tidak berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist.Mereka berdalih, kebebasan berpikir membuat mereka sak enak'e udele dhewe mengutak-atik hukum yang sudah baku ditetapkan oleh Allah SWT melalui Qur'an dan Hadist Nabi Muhammad SAW.
Pendek kata, demokrasi yang diterapkan di Indonesia ternyata belum bisa menjawab problem pelik yang melanda rakyat Indonesia.Rakyat Indonesia tetap aja miskin dan pengangguran banyak dimana-mana.Demokrasi di Indonesia hanya dipraktekkan pada banyaknya pilkada yang dilakukan mulai dari tingkat gubernur sampai bupati, dan itu saja sudah menghabiskan biaya yang sangat besar. Belum lagi nanti pesta demokrasi di tahun 2009 dalam memilih presiden dan anggota DPR/MPR, berapa biaya pemilu yang harus digelontorkan dari APBN?

3 comments:

Rosyidi said...

Kalo sekarang sih demokrasinya kebablasan. Semuanya pengen menang sendiri. Sedikit2 demo, pake ngerusak2 properti pemerintah lagi :(
Demo ya Demo asal jangan Crazy :))

ToimToim said...

ya bgitulah demokrasi di ina skrg, dikit2 demo, dikit2 kebebasan berekspresi yg salah dan aneh.Akhirnya malah gak karu2-an

Rosyidi said...

Wah Judul posting ini akan menjadi judul acara di Metro TV lho.. Democrazy
Gak tau ini yg Metro TV bikin itu gara2 baca ini ato emang kebetulan :D