Friday, October 26, 2007

Judul Film Horror Katrok Yang Aneh

Selagi membaca koran, iseng-iseng aku ngliat promo film yang akan diputar di bioskop.Tiba-tiba aku senyam senyum sendiri.Sebabnya adalah ketika membaca sebuah judul film yang berjudul "Suster N: Dendam Suster Ngesot".Hahaha, apalagi ini?
Saking banyaknya film horror yang bertebaran dan dibuat oleh sineas-sineas Indonesia, mereka seakan-akan kehabisan akal untuk membuat judul sebuah film horor.Dan, akhirnya, dibuat-lah judul "Suster N".Mungkin di lain waktu akan ada "Suster O", "Suster P" atau "Suster N 2" atau mungkin juga "Suster N Reloaded".Bener-bener gak lucu!
Film Indonesia yang katanya sudah bangkit ternyata masih berkutat dengan tema-tema film yang sama yaitu horor dan percintaan.Dan ketika sudah mentok, mereka tinggal mbuat sekuel-nya saja dan menambahi angka di belakangnya.Betapa banyak kita menyaksikan film horror yang diberi embel-embel angka di belakangnya.Pocong 3 dan Kuntilanak 2 adalah salah duanya.
Para sutradara dan Production House kampret itu ternyata hanya mengejar keuntungan sesaat saja tanpa memikirkan kualitas film itu sendiri.Setelah masyarakat banyak disuguhi tontonan infotainment sinting dan sinetron busuk yang ada di televisi dan hendak mencari alternatif tontonan lain di bioskop, lagi-lagi mereka disuguhi oleh tontonan-tontonan gak mutu.Sungguh parah!
Nampaknya industri perfilm-an dan per-televisi-an di Indonesia sudah sekarat dan menuju kematian. Sudah tidak ada lagi terobosan-terobosan baru dalam hal cerita dan tema.Bahkan, mencari judul untuk sebuah film atau sinetron saja sudah tak mampu!Sudah banyak judul-judul sinetron yang mengambil nama orang atau nama tokoh utama seperti Kasih, Azizah, Mawar, Aisyah, Soleha, Kampred.Whatever!!
Dan satu lagi yang aku sayangkan.Industri film dan TV kita sudah banyak "dijajah" oleh artis-artis bule atau indo yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng.Orang Indonesia asli hanya dibagikan peran menjadi tokoh-tokoh kejam, jadi pembantu, berakting bodoh, dan sok gila.
Dalam hati aku berharap, "Ya Tuhanku, tolonglah supaya Departemen Penerangan dihidupkan lagi dan sadarkan pemerintah juga KPI agar bertindak tegas untuk menyelamatkan industri media kita.
Amin!!

3 comments:

Agam said...

Hehehe...
Ya gitu deh. Nama2 hantu di Indonesia kan terbatas. Jadi ya bikin hantu2 baru seperti suster ngesot dll.
Gak tau napa koq sekarang banyak film2 hantu. Bikin yg lain napa. :))

Toim The Shinigami said...

soalnya da yg bilang klo bujet film hantu itu murah, trus penonton pd suka ditakut2-i.Tp ditakut2 -i koq terus2-an yah? :P

Anonymous said...

kalo ada revolusi kebudayaan ala Mao, keluarga punjabi mesti duluan dibasmi tuh